Pages

Teknologi Jaringan 5G tahun 2020

Jumat, 31 Januari 2014 0 komentar

Apa itu 5G ?

Yang pertama harus diketahui adalah huruf “ G ” di situ berarti Generasi, jadi ketika anda mendengar ada orang yang berbicara mengenai jaringan 5G, maka itu artinya mereka sedang membicarakan mengenai jaringan wireless berbasis pada teknologi jaringan generasi ke5. 

Korea Selatan akan menggelontorkan dana sebesar USD 1,5 miliar atau setara Rp 18,3 triliun hingga 2020 guna meloloskan pembangunan jaringan 5G. Rencananya, dana ini akan diberikan pada beberapa perusahaan teknologi lokal yang siap membangun jaringan tersebut. 

Seperti yang dilansir oleh ZDNet (22/1), pemerintah Korea Selatan dikabarkan tengah mengadakan pembicaraan serius dengan tiga operator seluler di negerinya termasuk Samsung dan LG sejak Mei 2013 lalu. Pembicaraan ini untuk membahas cetak biru pembangunan teknologi jaringan 5G di negeri ginseng tersebut.

Dalam sebuah rencana jangka panjang yang dinamakan Strategi Mobile Kreatif 5G, Korsel berencana menambahkan beberapa fitur seperti Ultra-HD, transmisi hologram, dan layanan jaringan sosial (SNS) terbaru yang bisa ditampung dalam jaringan 5G ini.

Negara tersebut juga berencana bekerja dengan otoritas telekomunikasi global terutama dari Amerika Serikat, China, dan Eropa untuk menetapkan standar 5G. Hal ini dirasa penting guna menghindari sengkarut paten yang mungkin akan muncul di masa mendatang.

Teknologi 5G ini sendiri akan diujicobakan pada 2015 dengan menawarkan SNS terlebih dulu. Hal ini kemudian akan ditingkatkan dari tahun ke tahun hingga akhirnya mampu menyediakan sambungan internet 1 Gbps.

Selain Korea Selatan, negara lain yang siap menerapkan 5G di 2020 adalah China dan Jepang. Lewat Huawei dan NTT Docomo, dua negara tersebut siap menghadirkan akses jaringan paling ngebut yang pernah ada.

Referensi  :

JEJAK PENYEBARAN AGAMA ISLAM ORANG TIONGHOA DI PULAU JAWA

0 komentar

Suasana imlek hari ini membuat saya terinspirasi untuk membahas tentang apa dan bagaimana perjalanan orang Tionghoa menyebarkan agama Islam di pulau jawa.

Benda-benda kuno, tembikar, kapak batu giok yang diperkirakan sudah ada sejak zaman Neolithikum merupakan salah satu bukti orang Tionghoa sudah menginjakkan kakinya di Indonesia sejak masa itu.

Bahkan orang Tionghoa pun ikut andil dalam penyebaran agama Islam di Indonesia.

Bukti-bukti orang Tionghoa ikut menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa sebenarnya ada dalam tulisan-tulisan Tionghoa yang disimpan di Klenteng Sam Po Kong selama 400-500 tahun oleh Residen Poortman. Hal ini diungkapkan dalam buku berjudul 'Tionghoa dalam Pusaran Politik' yang ditulis Benny G Setiono dan diterbitkan TransMedia tahun 2008.

Pada tahun 1928, dengan alasan menumpas pemberontakan komunis, Residen Poortman menggeledah Klenteng Sam Po Kong dan berhasil merampas 3 gerobak yang berisi berbagai catatan Tionghoa. Dari catatan inilah terlihat bagaimana peranan orang Tionghoa dalam penyebaran agama Islam dan pembentukan sejumlah kerajaan Islam di Jawa.

Klenteng Sam Po Kong atau Klenteng Gedong Batu ini menjadi sumber penelitian bagaimana peranan orang Tionghoa dalam penyebaran agama Islam dan pembentukan sejumlah kesultanan Islam di Jawa.

Klenteng Sam Po Kong dibangun di Kota Semarang, Jawa Tengah untuk menghormati Laksamana Cheng Ho. Laksamana Cheng Ho yang pertama membentuk masyarakat Tionghoa Islam di Nusantara.

Jejak-jejak peranan orang Tionghoa dalam menyebarkan Islam di Pulau Jawa cukup banyak terlihat. Di antaranya, pembentukan kerajaan Islam Demak dengan rajanya Raden Patah alias Jin Bun yang merupakan cikal bakal dari Kerajaan Mataram.

Kemudian ada masjid-masjid Walisongo di jalur Pantura Jawa yang menunjukkan adanya pengaruh kebudayaan Tionghoa di dalamnya.

Masjid Agung Demak (Masjid Gelagah Wangi) atau makam Sunan Gunung Jati di Cirebon, Jawa Barat merupakan satu di antara banyak bukti kebudayaan Tionghoa berada. Di tembok-tembok masjid ini, terdapat guci-guci antik yang tak ternilai harganya.


Masjid Agung Demak ini juga menggunakan teknologi batu pembuatan jung, kapal niaga Tiongkok dari Dinasti Ming yang terbuat dari kayu.

Konon, Sunan Ngampel juga disebut mempunyai nama asli Bong Swi Hoo alias Raden Rachmat. Bong Swi Hoo berasal dari Yunnan dan cucu penguasa tertinggi di Campa, Bong Tak Keng (Carmain).

Bong Swi Hoo punya anak bernama Bong Ang (Bonang) yang menjadi Sunan Bonang. Begitu juga dengan Sunan Kali Jaga atau Raden Said adalah Gan Si Cang anak Gan Eng Cu alias Arya Teja, seorang kapten Tionghoa yang berkedudukan di Tuban. Arya Teja adalah mertua Bong Swi Hoo atau Sunan Ngampel.

Tak cuma Masjid Agung Demak, Kesultanan Cirebon pada tahun 1552 juga didirikan oleh orang Tionghoa bernama Haji Tan Eng Hoat alias Maulana Ifdil Hanafi bersama Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayat Fatahillah atau Faletehan). Tahun 1553, Sunan Gunung Jati menikah dengan putri Haji Tan Eng Hoat bernama Ong Tin yang disebut sebagai Putri China. Upacara perkawinan keduanya pun berlangsung bak raja-raja Tiongkok.

Sunan Gunung Jati adalah Toh A Bo (Pangeran Timur), putra Pangeran Trenggana (Tung Ka Lo) anak dari Jin Bun (Raden Patah). Namun hal ini banyak menjadi perdebatan karena selama ini masyarakat masih mengacu pada sejarah yang dituliskan dalam buku Prof Husain Djajadiningrat yang terbit di Belanda tahun 1913. Dalam buku itu tertulis jika Sunan Gunung Jati adalah Faletehan, seorang ulama dari Pasai. Ketika Pasai dikuasai Portugis, Faletehan meninggalkan Pasai dan menetap di Demak.

Dari sini tampak jelas bahwa peranan orang Tionghoa dalam penyebaran agama Islam cukup dominan di Indonesia. Meskipun sampai sekarang masih menjadi banyak perdebatan. Apalagi muncul pernyataan dari KH Said Agil Siradj bahwa KH Abdurrahman Wahid atau dikenal Gus Dur juga mempunyai garis keturunan Tionghoa, yakni Raden Patah.

Terlepas dari itu, sejarah nyata sudah menunjukkan bahwa kebudayaan etnis Tionghoa sudah tertoreh di sejumlah masjid di Indonesia.

Referensi  :

Sosok Menteri Presiden Soekarno "Siauw Giok Tjhan"

0 komentar

Sedikit mengenal sejarah tokoh Indonesia dihari imlek ini, apakah anda mengenal salah satu tokoh tionghoa bernama Siauw Giok Tjhan ?
Bagi anda yang belum mengenalnya, yuk kita bahas sedikit sosok tokoh yang juga ikut berjuang untuk Indonesia ini.

Siauw Giok Tjhan, menteri Soekarno yang jago kungfu &  sederhana

"Lahir di Indonesia, besar di Indonesia, menjadi Putra-Putri Indonesia."

Semboyan yang dikumandangkan Kwee Hing Tjiat, seorang penulis ini menjadi keyakinan hidup Siauw Giok Tjhan. Melalui kata-kata itu, membuatnya yakin, dia tidak jauh berbeda dengan anak-anak pribumi lainnya.

Semboyan itu pula yang membuat Giok Tjhan ikut berjuang untuk Indonesia.

Giok Tjhan sangat menentang diskriminasi. Berbekal keahlian kungfu dari kakeknya, dia nekat berkelahi dengan anak-anak Belanda, Indo dan Ambon karena sering menghinanya. Keteguhan itulah membuatnya terus memperjuangkan keadilan ketika tumbuh di dalam lingkungan hidup yang keras.

Giok Tjhan berpendapat, bangsa Indonesia atau ras Indonesia tidak ada. Baginya, yang ada hanyalah 'Nation' Indonesia. Tjhan berpendapat, sejak tahun 50-an, golongan Tionghoa yang sudah bergenerasi di Indonesia, harus memperoleh status suku. Dengan demikian suku Tionghoa adalah bagian dari 'Nation' Indonesia.

Dari prinsip itu, Tjhan berkeyakinan bahwa setiap suku dapat mempertahankan nama, bahasa dan kebudayaannya. Di saat bersamaan, atas nama negara, siapapun, termasuk Tionghoa, dapat berperan serta membangun Indonesia.

Tak heran jika banyak yang menganggap Tjhan menganut konsep Integrasi, yakni setiap warga negara dapat menjadi bagian dari bangsa tersebut tanpa menghilangkan identitasnya. Konsep integrasi ini dinilai sangat identik dengan teori 'pluralisme' atau 'multikulturalisme'.

Meski berasal dari bangsa Tionghoa, Tjhan dikenal hidup sederhana. Kondisi ini nampak jelas saat dia menjabat sebagai Menteri Negara Urusan Minoritas di masa kabinet Amir Syarifudin.

Sebagai negara yang belum lama merdeka dan masih mendapat rongrongan balatentara Belanda, Tjhan belum mendapatkan mobil dinas sebagai mana layaknya pejabat negara. Untuk menjalani tugasnya, dia selalu naik andong (kereta kuda) setiap menuju Istana.

Sayang, andong yang digunakannya dilarang masuk ke dalam Istana. Dia pun terpaksa berjalan kaki dari jalanan ke dalam Keraton Yogyakarta.

Tak cuma mobil dinas, dia pun tidak mendapatkan rumah dinas sebagai tempat tinggalnya selama menjabat. Pemerintah pun mempersilakan para menterinya untuk tinggal di Hotel Merdeka. Demi menghemat keuangan negara, Tjhan menolaknya.

Kepada Amir, Tjhan memilih tinggal di gedung kementerian negara di Jalan Jetis, Yogyakarta. Meski pilihannya itu membuat dia tidur di atas meja tulis.

Setiap menjalani kerjaannya, sehari-hari Tjhan hanya mengenakan kemeja lengan pendek, biasanya berwarna putih, di sambungkan dengan celana drill pentalun serta sepatu sandal.

 Referensi  :

JAKET KULITMU "ASLI or FAKE" ?

0 komentar

Jaket kulit memiliki banyak sekali kelebihan jika dibandingkan dengan jaket lainnya. Selain modelnya yang tidak akan mudah dimakan waktu, jaket kulit juga memiliki ketahanan lebih yang dapat membuat Anda terlindungi.

Namun sayangnya, banyak pihak yang sering menjual jaket kulit palsu. Meski harganya lebih ringan, namun secara kualitas dan kegunaan jelas berbeda.

Jika Anda tidak ingin tertipu dengan penjual jaket kulit gadungan, Rangga Sukmajaya, pengelola toko jaket kulit Guzela, memberikan tips-tips untuk mengenali jaket kulit asli dalam 4 langkah ini.

Kenali jaket kulit asli dengan 4 cara ini!1. Tidak kaku

Menurut Rangga, jaket kulit tidak kaku karena terbuat dari kulit sapi atau domba. Kulit yang berkualitas bagus biasanya juga memiliki bau yang khas.

2. Elastisitas

Jaket kulit asli tidak akan melar, maka ketika Anda menarik-nariknya, jaket ini tidak akan elastis. Kulit asli membuat jaket ini terasa lembut.

3. Berat

Jika Anda menjinjing jaket kulit Anda dan terasa berat serta berwarna tidak mengkilap, bisa jadi jaket itu bukanlah jaket kulit asli. Jaket kulit yang terbuat dari domba lebih enteng jika dipakai dan dibawa.

4. Jahitan

Jaket kulit yang polos memiliki lebih sedikit jahitan sehingga lebih awet karena bukan terdiri dari berbagai sambungan-sambungan. Namun ini juga bukan berati jaket kulit yang banyak memiliki variasi warna adalah jaket kulit palsu.

Referensi  :
www.merdeka.com

10 NEGARA DENGAN KONEKSI INTERNET TERCEPAT

0 komentar

Bagi masyarakat internet sudah bukan merupakan hal yang mewah dan digunakan oleh para pakar saja. Internet sudah menjadi hal yang mainstream bagi masyarakat. Disini kita akan membahas urutan internet dengan koneksi tercepat di antaranya :

1. Hong Kong

Di posisi puncak adalah Hong Kong. Negara yang menjadi salah satu tujuan utama para pencari kerja dari Indonesia ini menduduki peringkat pertama sebagai negara dengan kecepatan internet rata-rata sebesar 65,4 Mbps.

Dari jumlah kecepatan rata-rata tersebut, dapat dikatakan Hong Kong mengalami peningkatan sebesar 21 persen dibandingkan tahun lalu.

2. Korea Selatan

Di urutan kedua diamankan oleh Korea Selatan yang memiliki kecepatan internet rata-rata sebesar 63,6 Mbps atau meningkat sebesar 19 persen dibandingkan tahun lalu.

3. Jepang

Negara Matahari Terbit ini menduduki peringkat ke-3 sebagai negara dengan internet tercepat di dunia. Kecepatan internet rata-rata di negara tersebut adalah 52 Mbps atau meningkat 6,5 persen dibandingkan tahun lalu.

4. Singapura

Dengan koneksitas rata-rata lebih dari 99 persen, Singapura berhasil duduki peringkat ke-4 dunia sebagai negara dengan kecepatan internet di atas rata-rata.

Kecepatan internet di negara yang terletak di dekat Malaysia dan Indonesia ini sebesar 50,1 Mbps dan tercatat meningkat sangat pesat sebesar 3 kali atau 63 persen dibandingkan tahun lalu.

5. Israel

Dengan kecepatan internet sebesar 47,7 Mbps ini, Israel berhasil dapatkan posisi ke-5 dunia. Apabila dibandingkan dengan tahun lalu, kecepatan internet di Israel meningkat sebesar 19 persen.

6. Rumania

Rumania berdiri di posisi ke-6 sebagai negara dengan kecepatan internet di atas rata-rata. Kecepatan internetnya mencapai sebesar 45,4 Mbps, turun sebesar 4,4 persen dari tahun lalu.

7. Latvia

Mungkin tidak ada yang menyangka bahwa negara kecil yang masuk dalam European Union ini berhasil menduduki urutan ke-7 sebagai negara dengan kecepatan internet cepat dunia.

Kecepatan internet di negara ini sebesar 43,1 Mbps. Sayangnya, kecepatannya tersebut menurun sebanyak 3,3 persen dibandingkan tahun lalu.

8. Taiwan

Walaupun negaranya kecil, namun kecepatan internet di Taiwan dapat dikatakan besar yaitu 42,7 Mbps. Negara yang merupakan asal dari vendor ternama HTC ini juga mengalami kenaikan kecepatan internet sebesar 8,2 persen dibandingkan tahun lalu.

9. Belanda

Negara yang pernah menjajah Indonesia ini menduduki urutan ke-9 dengan kecepatan internet rata-rata sebesar 39,6 Mbps. Seperti halnya Belgia, Belanda juga mengalami peningkatan kecepatan internet sebesar 1,9 persen dibandingkan tahun lalu.

10. Belgia

Di Belgia, hampir 82 persen masyarakatnya menggunakan internet dan memiliki 11 juta alamat IP yang telah terdaftar seacra resmi. Kecepatan internet di negara ini tercatat sebesar 38,5 Mbps. Jumlah tersebut mengalami peningkatan sebesar 18 persen apabila dibandingkan dengan tahun lalu.

 115. Indonesia
Sedangkan untuk negara kita sendiri memiliki posisi ke  115 dunia dan menempati posisi kedua terbawah di antara negara-negara Asia Pasifik.
Referensi  :

WARGA TIONGHOA TINGGAL DI NEGERI SYARIAH?

0 komentar



Pembahasan ini cukup menarik. Yang mestinya dapat kita ambil hikmah bagi masyarakat maupun pemerintahnya dari contoh berikut ini.

Tinggal di Aceh yang notabene menerapkan syariat Islam, ternyata tidak membuat warga etnis Tionghoa tertekan. Mereka justru mengaku hidup di Serambi Mekah jauh lebih nyaman dan aman dibandingkan provinsi-provinsi lain. Aceh bahkan harus dijadikan contoh kerukunan yang dibangun dengan baik.

Kepada merdeka.com, Sekretaris Yayasan Perkumpulan Hakka Aceh, Sheilis, di sela-sela pembagian angpau untuk 170 warga China miskin mengatakan, meskipun warga Tionghoa minoritas, hal itu tidak membuat mereka tertekan. Interaksi sosial tetap berjalan berjalan dengan baik.

"Aceh nomor satu toleransi, tidak ada kejadian apapun, kita hidup rukun, beda dengan provinsi lain di Indonesia, meskipun kami minoritas, hak yang kami dapatkan sama," kata Sheilisa, Kamis (30/1) di Banda Aceh.

Lanjutnya, provinsi lain di Indonesia patut mencontoh kerukunan yang terjalin di Aceh. Bahkan Sheilisa menampik semua tudingan orang luar yang menilai Aceh yang negatif. Apa yang dituding selama ini oleh pihak luar Aceh, kata dia, merupakan isapan jempol semata.

"Makanya saya selalu katakan di luar Aceh, kalau mau lihat kerukunan di Aceh, datang dan lihat kerukunan yang terjalin, kami baik-baik saja," tegasnya.

Dikatakannya, di tahun kuda kayu ini ia berharap perekonomian di Aceh bisa lebih baik. Seperti filosofi kuda yang kencang berlari dan demikian juga dengan kondisi perdamaian, keamanan dan juga perekonomian berjalan mulus.

"Tahun 2013 kita Indonesia dan Aceh banyak melanda bencana, saya harap di tahun kuda ini akan ada perubahan, semua akan berubah menuju yang lebih baik," tuturnya.

Hal senada juga diakui oleh ketua Vihara Dharma Bhakti, Herman. Menurutnya, bicara toleransi dan tatanan kehidupan sosial etnis Tionghoa di Aceh berjalan mulus. "Tidak ada rintangan kami dalam melaksanakan ritual ibadah kami, tidak ada gangguan," imbuh Herman.

Katanya, justru warga Tionghoa saling bersilaturahmi baik dengan Muslim maupun dengan agama lainnya di Aceh. Terutama dengan Muslim etnis Tionghoa bisa bersanding dalam tatanan kehidupan sosial di Aceh.

Referensi  :
http://www.merdeka.com

LEBAK BULUS DITUTUP, BAGAIMANA NASIB MEREKA? "pro dan kontra"

0 komentar



Jokowi tak kuasa melihat para pedangan terus melakukan protes terhadap rencana Pemprov DKI menutup terminal AKAP Lebak Bulus. Mereka terus melakukan unjuk rasa.


Para pedagang demo sejak 1 Januari 2013. Dengan membawa spanduk, mereka protes atas rencana Jokowi membangun MRT.

"Kami mendukung program pemprov dalam pembuatan MRT, tapi kami diberikan tempat yang baru yang lebih layak," ujar seorang orator yang menyampaikan aspirasinya, di Terminal Lebak Bulus, Senin (6/1).

"Lebak Bulus siapa yang punya, yang punya kita semua," tambah sang orator sambil berteriak.


Beberapa spanduk dipasang di sekitar terminal Lebak Bulus. Spanduk milik Koperasi Wahana Bis Antar Kota (Kowan Bisata) itu menyerukan penolakan warga Lebak bulus dan anggota Kowan Bisata akan rencana penutupan terminal AKAP.

"Kowan Bisata mendukung pembangunan MRT tapi carikan kami lahan pengganti Terminal Lebak Bulus," bunyi salah satu spanduk berwarna putih dengan tulisan merah. Spanduk tersebut dipasang di depan loket penjualan tiket.

Salah seorang sopir bus Agramas, Dahlan, mengaku setuju dengan ide pembangunan MRT. Namun ia juga menuntut pemerintah memperhatikan semua unsur rakyat, termasuk para sopir yang akan dipindahkan ini.

"Katanya kita disuruh pindah ke Kampung Rambutan. Tapi di sana kan sudah ada orang operator yang sama juga, nanti numpuk dong, kita nganggur. Kita juga rakyat, nasib kita bagaimana," kata Dahlan yang menyopiri bus jurusan Sukabumi - Lebak Bulus ini.

Pendapat yang sama diungkapkan oleh pengurus operator bus Agramas di Lebak Bulus, Sisman. Menurutnya, MRT adalah proyek yang bagus tapi pemerintah tidak boleh mengabaikan nasib para sopir.



"MRT itu bagus. Tapi solusinya untuk mereka yang disini harus ada juga. Mereka menolak dipindah ke tiga terminal yang jauh itu," kata Sisman.

Mulai tanggal 6 Januari 2014, terminal Lebak Bulus akan ditutup dari rute luar kota karena akan dimulai pembangunan Mass Rapid Transportation (MRT). Rencananya, rute bus yang tadinya mengarah ke Lebak Bulus akan dialihkan ke tiga terminal utama lainnya.

"Nanti Kalideres untuk tujuan Banten dan Sumatera. Kampung Rambutan untuk jarak dekat dan menengah, seperti Cirebon, Sukabumi, Jawa Tengah. Kalau Pulogadung untuk jarak jauh yaitu Jawa Timur, Bali, NTB," kata Kepala Terminal Lebak Bulus, Adjmain.

Referensi  :
http://www.merdeka.com/jakarta/4-alasan-penundaan-penutupan-terminal-lebak-bulus/protes-para-pedagang.html
http://news.detik.com/read/2014/01/02/175513/2457005/10/sopir-bus-dukung-mrt-tapi-tolak-penutupan-terminal-akap-lebak-bulus?nd771104bcj

Dampak Rupiah terhadap Daya Beli

0 komentar

JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan jajaran pemerintah untuk fokus meminimalisasi dampak pelemahan rupiah terhadap daya beli masyarakat dan minat investasi.

Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Firmanzah mengatakan Presiden terus memonitor pergerakan nilai tukar rupiah dan aktivitas ekonomi regional.
“Terus berkomunikasi, ada bagian fiskal dan ada bagian moneter. BI menaikkan BI rate, memang salah satu ditujukan antisipasi, namun dampaknya pada pertumbuhan ekonomi,” kata Firmanzah, Jumat (29/11/2013).

Presiden, lanjut Firmanzah, meminta para menteri untuk berkonsentrasi menggulirkan implementasi paket kebijakan ekonomi pemerintah yang telah diumumkan beberapa bulan lalu.
SBY juga mengingatkan agar minat investasi dan daya beli konsumen dipertahankan melalui stimulus kepada dunia usaha dan kebijakan fiskal lain.
“Kita terus memonitor, mata uang regional , kita evaluasi. Memang yang menjadi fokus yakni, menjaga daya beli masyarakat agar tidak terganggu dan investasi terus mengalir,” kata Firmanzah.

 
 
Pemerintah sedari dini harus bersegera mengeluarkan kebijakan yang dampaknya dapat terlihat dalam jangka waktu pendek.

Bila pelemahan nilai tukar Rupiah terus dibiarkan, maka pada akhirnya akan berdampak buruk bagi perekonomian Indonesia. Bahkan, akan terjadi penurunan daya beli masyarakat, yang nantinya memengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Anggota Lembaga Pengkajian, Penelitian, dan Pengembangan Ekonomi (LP3E) Kadin Indonesia Ina Primiana mengatakan, pemerintah sedari dini harus bersegera mengeluarkan kebijakan yang dampaknya dapat terlihat dalam jangka waktu pendek, yakni terkait melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS.

Ina berpendapat, pemicu rupiah melemah sekarang ini dikarenakan meningkatnya kebutuhan valas akibat ditariknya dana-dana asing di pasar modal, jatuh temponya pembayaran utang luar negeri, baik pemerintah maupun swasta dan adanya pembelian barang impor.
“Ini seharusnya segera dilakukan kebijakan yang memang bisa membuat Rupiah kita tidak melemah terus. Karena akan ada dampak yang terjadi bila pelemahan Rupiah itu tidak segera diatasi”, kata Ina, dalam diskusi “Penyebab Krisis Nilai Tukar dan Dampaknya Terhadap Ekonomi Nasional”, di Jakarta, Jumat, 6 September 2013.

Dampak pembiaran nilai tukar Rupiah yang dimaksudkan, yakni akan menurunnya daya beli, meningkatnya kemiskinan, industri akan mengalami kebangkrutan yang disusul dengan meningkatnya PHK, dan terjebaknya Indonesia pada Middle Income Trap.

“Dapatkah paket kebijakan ekonomi menahan kondisi yang lebih buruk. Apalagi, paket kebijakan ekonomi lebih tepat untuk jangka menengah dan jangka panjang, dan bukan sekarang. Terlambat, karena digelontorkan saat sudah terjadi turbulensi”, tegas Ina.

Referensi  :
http://m.bisnis.com/finansial/read/20131129/9/189550/sby-instruksikan-para-menteri-fokus-jaga-daya-beli-dan-minat-investasi
http://www.infobanknews.com/2013/09/pembiaran-pelemahan-rupiah-gerus-daya-beli-masyarakat/

PEMISAHAN WEWENANG PADA BI DAN OJK

0 komentar

Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan akan berbagi kewenangan dalam pengawasan lembaga keuangan dengan BI sebagai pengawas aspek makroprudensial dan OJK sebagai pengawas mikroprudensial. 

http://images.detik.com/content/2010/02/02/5/Gedung-dalam.jpg

"Pada saat OJK menerima pengalihan pengawasan perbankan dari BI, OJK akan lebih mengawasi aspek mikroprudensialnya, sedangkan BI dari segi makroprudensial," kata Menteri Keuangan Agus Martowardojo di Jakarta.

Menurut dia, BI memiliki tugas utama untuk menjaga kestabilan nilai tukar rupiah dan sistem pembayaran.

Dikatakannya, meski BI dan OJK akan berbagi kewenangan, namun pengawasan mikroprudensial dan makroprudensial tidak bisa dipisahkan sehingga tetap dibutuhkan sinergi di antara kedua lembaga tersebut.

"Tidak bisa betul-betul dipisahkan karenanya perlu ada sinergi dimana implementasi pengawasan mikroprudensial dan makroprudensial itu perlu dilakukan dengan baik," katanya.

Bank Indonesia (BI) mengajukan diri sebagai anggota dewan komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sekaligus sebagai Chief Supervisory Officer otoritas pengawasan bank jika nantinya OJK tersebut dilahirkan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia S Budi Rochadi dalam RDP dengan Komisi XI di Gedung DPR-RI, Jakarta, Selasa (2/2/2010).

"Struktur yang paling tepat untuk meminimalisir permasalahan dengan tetap memperhatikan situasi perbankan dan keuangan baik nasional dan global adalah struktur yang menempatkan kegiatan operasional pengawasan bank tetap berada di Bank Indonesia," papar Budi."Karena pemisahan fungsi pengawasan bank dari Bank Indonesia sebagaimana diamanatkan oleh pasal 34 UU tentang Bank Indonesia tahun 1999 akan mengakibatkan kurang optimalnya peran Bank Indonesia dalam menjalankan tugasnya sebagai pelaksana kebijakan moneter, sistem pembayaran dan stabilitas sistem keuangan," tambahnya.

Budi menambahkan, dari pengalaman krisis, tidak ada sistem pengawasan model apapun yang sepenuhnya dapat menghindarkan suatu negara dari krisis keuangan.

"Baik pengawasan yang dilakukan secara atap atau OJK tadi atau pengawasan yang dilakukan oleh masing-masing otoritas atau non OJK," tutup Budi.

Referensi  :
http://finance.detik.com/read/2010/02/02/163709/1291320/5/bi-ingin-tetap-ambil-bagian-pengawasan-bank-di-ojk
http://www.antaranews.com/berita/365680/bi-ojk-akan-berbagi-kewenangan-pengawasan-perbankan

Ngebahas Banjir "Pra dan Pasca JOKOWI"

0 komentar

Sejak terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur, Jokowi dan Ahok menerima banyak menghadapi rintangan dalam bekerja. Rintangan tersebut adalah orang-orang di sekelilingnya, yang merupakan ‘warisan’ dari pemerintahan sebelumnya. Misalnya, aksi-sidak Jokowi di beberapa kantor kelurahan dan kecamatan, serta aksi Ahok memimpin rapat yang terekam di situs www.youtube.com. Tapi bagi keduanya, rintangan itu bisa dilalui. Bahkan mantan Gubernur Sutiyoso yang mencibir ‘blusukan’ Jokowi dan Farhat Abbas yang menghina Ahok, langsung dibela masyarakat.


Tapi kali ini situasinya berbeda. Alam sepertinya berkehendak lain. Musim penghujan masih melanda kawasan ibukota dan sekitarnya. Selama sepekan terakhir, intensitas curah hujan sulit diprediksi dan tampaknya tak kunjung berhenti dari hari ke hari. Permukaan tanah Jakarta mulai bersifat jenuh dan enggan menyerap air. Aliran air sungai di wilayah Jakarta yang lamban mencapai Laut Jawa, kini terus menampung air hujan di Jakarta, kemudian diperparah oleh ‘kiriman’ air dari daerah pinggiran Jakarta. Akibatnya bisa ditebak, sebagian besar wilayah Jakarta dikepung banjir.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengaku pusing. Hal itu dia lontarkan sesaat sebelum mengikuti rapat bersama Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, dan Sekjen Kementerian PU Agus Wijanarko di Posko Pengamatan Bendung Katulampa, Bogor, Jawa Barat, Senin (20/1/2014) pagi.

"Pusing saya ngebahas ini (banjir)," ucap Jokowi dengan nada berseloroh kepada Gubernur Jawa Barat Achmad Heryawan dan pejabat lainnya sebelum memulai pertemuan.

Walaupun mengaku pusing, Jokowi optimistis dapat menyelesaikan masalah banjir. Keyakinan ini karena dia mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Banten, dan pemerintah pusat.

"Ini (pembangunan bendungan) akan mengurangi air yang masuk ke Jakarta sekitar 40 persen," ujar Jokowi.

Ia menambahkan, penanggulangan banjir di Jakarta akan lebih masif dengan adanya normalisasi sungai dan waduk yang ada di Ibu Kota.

"Tetapi, nanti apabila normalisasi sungai waduk dilakukan, insya Allah akan bisa mengurangi banjir dan di Jakarta," katanya.

Dari hasil rapat koordinasi itu ada tiga pendekatan, yaitu pendekatan struktural, non-struktural, dan pendekatan kepada masyarakat. Pendekatan struktural, menurut Ahmad Heryawan, dengan membangun waduk, yakni di Sukamahi di Kecamatan Cikarang Pusat, Bekasi, Jawa Barat, satu lagi di Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kemudian, membuat sodetan di Sungai Ciliwung ke Kanal Banjir Timur dan ke Sungai Cisadane, revitalisasi situ-situ sebelum ke Jakarta dan normalisasi Ciliwung dan Cisadane. Ditambah juga oleh konvervasi Ciliwung-Cisadane dan lain-lain.

Adapun langkah non-struktural yaitu akan dibuat penghijauan di daerah aliran sungai, dengan memberi jarak 20 meter terhadap permukiman warga serta penertiban Sungai Ciliwung. Kemudian ketiga, pemberdayaan ekonomi masyarakat, penanganan sampah berbasis masyarakat, gerakan Ciliwung bersih, serta gerakan menanam 1 miliar pohon di daerah aliran Ciliwung dan Cisadane.

Untuk kesepakatan non-struktural maupun pemberdayaan masyarakat akan menjadi otoritas sepenuhnya pemerintah daerah masing-masing, yaitu Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Referensi  :
http://megapolitan.kompas.com/read/2014/01/21/1024371/Jokowi.Pusing.Saya.Ngebahas.Banjir
http://green.kompasiana.com/iklim/2013/01/16/banjir-ujian-terberat-jokowi-524845.html

Visitors

 
Zakaria Al-Faeyza © 2011 | Designed by Bingo Cash, in collaboration with Modern Warfare 3, VPS Hosting and Compare Web Hosting